Sistem Informasi Geografis

0

SIG merupakan sitem berbasis computer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi special (keruangan) berupa informasi yang mempunyai hubungan geometric dalam arti informasi tersebut dapat diukur, dapat dihitung dan dapat disajikan dalam koordinat.

Selanjutnya data yang berbentuk informasi akan diolah dalam softeare GIS. Sofwtware itu antara lain adalah autocad map, arcviu, dan map info. Dalam SIG terdapat ko,penen SIG, diantaranya adalah hardware, software, user (pemakai), data, dan metode.

Pada prinsipnya untuk mendukung suatu SIG terdapat 2 jenis data, yaitu data special dan nono special. Data special adalah data yang berkaitan dengan aspek keruangan, data yng menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata dari suatu wilayah permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan dalam bentuk grafik, peta. Sedangkan data non special adalah data yang menerangkan informasi-informasi lokasi dan posisi yang ditunjukkan oleh data special.

Biaya rakit komputer

3

untuk merakit 1 unit komputer memerlukan perangkat-perangkat sebagai berikut.

AMD Athlor x2 4000 2,0gz Rp 600.000,-
HDD 160 Gz Rp 350.000,-
Ram 1 Gz Rp 165.000,-
Mather board Biostar Rp 380.000,-
VGA 512 (noshare) onboard Rp 250.000,-
cassing Simbada 400 watt Rp 200.000,-
Stavolt 500 va Rp 160.000,-
Keyboard + mose Rp 60.000,-
speker standart Rp 60.000,-
Monitor Samsung second Rp 350.000,-

ini nanti akan menjadi komputer yang mempunyai kualitas baik, sebanding dengan laptop mungkin...:-)...
ini bisa digunakan untuk progamer, game, internet dll.

(didapatkan dari pengalaman dan tanya kepada perakit komputer)

Alasan Membeli laptop atau komputer

2

Alasan membeli leptop
1. Menggunakan laptop lebih praktis dari pada komputer. Berat dan bentuk laptop yang menimalis menjadikan seorang yang memilikinya mudah untuk dibawa kemana-mana. Pada saat rapat, kegiatan rutinitas dikampus ataupun kegiatan lainnya laptop sangat membantu sekali.
2.Walaupun harga laptop lebih mahal dari pada Komputer, harganya sebanding dengan kecepatannya. Pada komputer cenderung lambat dalam prosesnya, walupun itu tergantung spacknya. Tapi dalam hal kecepatan laptop tetap handal menurut saya.
3.Kibord dari laptop berbeda dari computer. Kiboard laptop sangat enak sekali dipakai dalam pengetikan. Hal ini menjadikan tidak gampang capek ketika mengetik.
4.Ada fasilitas kameranya, dapat digunakan untuk memotret.
5.Hemat listrik
Alasan membeli computer
1.Kekurangan biaya. Dalam artian membeli komputer lebih murah dari pada membeli laptop. Membeli computer 2 atau 3 x lebih murah dari pada laptop. Jika membeli 1 unit computer baru mungkin sekitar 3.5 juta sudah mendapatkankomputer dengan kualitas yang bagus serta spesifikasi yang tinggi pula. Namun kalau membeli laptop membutuhkan 6-8 juta/ unit.
2.Tidak rentan rusak. Komputer memilki kelebihan tahan rusak jika dibandingkan dengan laptop.
3.Bisa digunakan untuk bermain game, namun tergantung spesifikasinya.

Menanam Pohon Kebaikan

3

Ada sebuah crita, seseorang bernama badu yang baik hati. Ia duduk dibangku sekolah dasar disebuah pedesaan yang cuku kecil. Badu mempunyai hobi menanam pohon. Ia selalu mencari dan mencari bibit tanaman dikebun liar untuk ditanam dipekarangan rumahnya. Entah pohon jambu, mangga taupun rambutan. Dia mempunyai tekat untuk terus menanam dan terus menanam. Dia rajin merawatnya, dengan cara memberikan air pada tanaman-tanaman yang telah ia tanam. Namun dari sekian tanaman yang ia rawat, ada pula yang mati. Badu mulai berpikir bahwa ia harus lebih banyak lagi menanam tanaman-tanaman jenis lainya ataupun tanaman yang sejenis . Maka dia berkesimpulan, jika ada yang mati tanaman lainnya masih ada yang hidup, dan siap menggantikan tanaman yang telah mati.

Alhamdulillah beberapa tahun kemudian semua tanaman yang telah ia rawat telah berbuah. Pohon jambu mulai mengeluarkan buahnya, begitu pula dengan tanaman buah yang lain. Sungguh kebahagiaan tersendiri dalam hati kecil badu ketika melihat jerih payahnya selama bertahun-tahun telah mendapatkan hasil.

Belum cukup puas dengan hasilnya, maka badu meminta izin untuk menanam tanaman yang sama disekitar pekarangan tetangganya. Dan ketika tanaman-tanaman yang telah ia rawat dipekarangan tetangganya mulai menghasilkan buah, maka ia pun merasakan apa yang telah dia tanam dipekarangan tetangganya. Tetangga-tetangganya selalu mengatakan “ inilah hasil dari apa yang telah kau kerjakan nak…”

Dari ilustrasi diatas dapat dikatakan bahwa alam telah sekian lama mengajarkan pada manusia, apapun yang kita tanam, benih apapaun itu pasti akan tumbuh sesuai dengan benihnya. Pohon mangga akan selalu menghasilkan buah mangga, begitu pula dengan pohon yang lainya. Tak pernah jika kita menanam rambutan hasilnya buah nagka. Si badu hanya menanam tanaman yang ia anggap suka, tatapi kemudian dia bisa menikmati terus-menerus bahkan mungkin tak terbilang jumlahnya.

Alampun memberikan hikmah, siapapun manusia yang menebar benih dan menanam pohon kebaikan , maka kelak ia akan menuai teramat banyak kebaikan, meski hanya satu tanaman yang kita tanam. Dan ketika seorang badu yang juga menanam pohon dirumah orang lain, maka mereka akan menikmati kebaikan itu. Sebaliknya, jika yang ditebar adalah benihkejahatan, pada waktunya nanti pasti kejahatan yang telah ditanam akan mengeluarkan hasilnya.

Nuun walqolami wamaa yasturuun

Tumbuhan Dan Hewan

0

Ada yang berjalan dengan perut, ada pula dengan kaki, baik empat ataupun dua. Ada yang cara melindungi dirinya dari serangan musuh dengan menggunakan kaki, tanduk ataupun yang lainnya. Contohnya seperti harimau, hewan ini menggunakan cakar yang ada dikakinya sebagai senjata pelengkap dalam menerkam lawannya. Setiap hewan selalu dibekali oleh Sang Pencipta dengan aksesoris kelengkapannya. Hal ini adalah kekuatan bagi hewan untuk melangsungkan kehidupan dibumi.

didalam Al-Quran Allah mengingatkan pada kita bahwa manusia harus selalu berfikir dan merenung tentang apa yang telah Ia ciptakan. Dalam QS. Yunus 101 Allah berfirman :

“ katakanlah, Perhatikan apa yang ada dilangit dan dibumi “

Kemudian dalam ayat yang lain Allah berfirman seperti yang telah dituliskan dalam QS. Ali-imran : 190 yang artinya :

“ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya mlam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”

Dan dalam QS. Al-ghosiah 17-20 Allah berfirman lebih spesifika tentang hewan yang telah Ia ciptakan, sebagai contohnya unta. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut :

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung ia ditegakkan. Dan bimi bagaimana ia dihamparka”

Dalam ayat-ayat diatas adalah tanda bagaimana Allah menciptakan apa yang telah Ia ciptkan sebagai bahan renungan bagi manusia dibumi ini. Sesungguhnya ayat –ayat Allah yang berada dalam Al-Quran sanga komprehensif tentang semua yang ada dalam bumi ini. Dalam QS. Al-An’am : 95-99 Allah menunjukkan kuasanya terhadap tumbuhan, air, dan alam raya ini sebagaimana yang artinya sebagai berikut :

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Yang memiliki sifat demikian ialah Allah, maka mengapa kamu amsih berpaling. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan menjadikan matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadika bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikan petunjuk dalam kegelapan didarat dan dilaut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dia yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka bagimu ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (al-An'aam: 95-99)

Sungguh amat luas ilmu Allah yang belum kita ketahui, ayat-ayat diatas adalah sebuah bukti nyata bahwa kita ini terlalu naif untuk mengatakan bahwa kita mempunyai ilmu yang banyak.

Nuun walqolami wamaa yasturuun

Pohon Kurma

0

Dari Abdullah Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda “ sesungguhnya dari berbagai macam poon, ada satu pohon yang tak satupun dedaunnya jatuh dari dahannya, dan itulah perumpamaan seorang muslim”, para sahabat berkata, kabarkan pada kami tentang pohon itu wahai Rasul”. Rasulullah SAW menjawab :”adalah kurma”. (HR.Bulhori & Muslim).

Diantara berbagai kesatuan sifat yang dimiliki oleh seorang muslim dengan pohon kurma adalah sebagai berikut:

1. Bahwa segala sesuatu yang ada pada sebatang pohon kurma mendatangkan manfaat, buahnya bermanfaat,dahannya,daunya,akar dan batangnya, dan biji yang terdapat dalam buahnyapun bermanfaat.

Demikianlah seharusnya seorang muslim, memberikan manfaat bukan mendatangkan mara bahaya, mempersatukan bukan memecahbelah, membuat kemaslahatan bukan malah merusak, semangat membangun bukan malah meleburkan, memakmurkan bukan menghancurkan, dan tidaklah berbicara kecuali mengandung makna. Jika berbuat amala amalnya adalah amal sholehh. Jika diam, diamnya adalah menghindari hal-ha yang sia-sia.

2. Pohon kurma tidak henti-hentinya memberikan manfaat, baik ketika hidup ataupun setelah ditebang. Saat hidup, keberadaannya memberikan keuntungan pada manusia, dengan mengonsumsi buahnya dapat menambah kekuatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Daunnya yang lebar dan kokoh dulu kerap menjadi pelapis stsp rumah mencegah kebocoran disaat hujan dan panas terik disaat kemarau panjang. kerindangannya memberikan keteduhan disaat beristirahat dibawah bayang-bayangnya.

Demkian dengan seorang muslim, segala sesuatu yang ada pada dirinya dapat memberikan manfaat yang optimal untuk yang lainnya, sehingga akan menjadi kebaikan dan berkah disaat hidup ataupun matinya. Dalam hidupnya, dia senantiasa memberikan lebih banyak untuk kepentingan social daripada mengambil untuk dirinya sendiri. Kemudian dia lebih mementingkan kewajiban dari pad a menuntut hak. Dia selalu bergerak dengan hati yang ikhlas untuk kemaslahatan bersama.

3. Adapun ketika ia telah mati, dikala jasdnya telah menyatu denga tanah, ruhnyakembali pada keharibanNya, dia meinggalkan sebuah sejarah hidup mulia, menyelamtakan kenangan-kenangan yang baik, petunjuk dan nasehat yang penuh hiknat, mewarisi ilmu yang bermanfaat, dan amalan-amalan yang terpuji. Senagaimana sebuah hadis “ jika mati bani adam, maka terputuslah semua amalanya keuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfat atau anak salih yang tidak putus-putusnya mendoakan orang tuanya”.

4. Pohon kurma melambangkan kekokohan dan kelurusan. Tersimpan dalam kekauatan soliditas. Buahnya bermanfaat bagi orang banyak. Dan durinya menjadi perisai, melumpuhkan mangsanya.
Demikianlah seyogjanya seorang muslim, kuat memegang prinsip beregamanya, tetap menjaga teguhnya aqidah dqn keyakinannya, selau menjadi insan yang bersukur dikala dianugrahi nikmat dan sbar ketika mendapatkan ujian.

Inilah diantara karakter serang muslim yang termaktup dari pohon kurma. Semoga apa yang menjadi gambaran Rasulullah dapat kita pegang dan dapat kita ingat bahw akiat harus menjadi pohon korma yang berkualitas.

Nuun walqolami wamaayasturuun

Berkaca Pada Alam

0

ika kita perhatikan batu-batu yang bertengger dipinggiran sungai, terkadang kuyup oleh sentuhan genit air-air sungai yang menghampiri walaupun mereka terus berjalan. Namun untuk beberapa lama batu-batu itu mengering oleh sinaran matahari yang menembus dari celah-celah dedaunan. Silih berganti air dan matahari menyapa bebatuan yang tak pernah bergeser dari tempatnya, sebelum perubahan alam atau tangan manusia yang menghendakinya berpindah. Kemudian jika terlihat satu sisi dari batu itu yang terus menerus lembab, yang kemudian lumut hijau nan cantik menghiasi seluruh sisi permukaan itu, artinya sinar matahari tak pernah singgah diatasnya. Batu, air sungai dan sinar matahari itu mengajarkan kepada kita tentang banyak hal. Kepasrahan batu-batu menerima air dan sinar matahari, adalah cermin keikhlasan. Dan keteguhannya untuk tetap ditempatnya, adalah kesabaran. Lumut hijau di sisi batu yang tak tersinari matahari adalah petunjuk arah jalan.

Mendakilah lebih tinggi, kita akan menemukan jenis tumbuhan, warna daun dan buah yang berbeda. Jalan semakin terjal dan sempit, hanya akar-akar besar dari pohon tua yang terkadang menjadi perantara menuju undakan berikutnya. Sesaat beristirahatlah dan perhatikan semuanya. Tumbuhan, daun dan buah dengan warna yang lebih mencolok dan lebih khas, mengajarkan kepada kita, bahwa Allah Maha Adil dengan menempatkan setiap makhluknya pada keadaan dan tempat dimana ia bisa beradaptasi dan hidup. Satu hal bagi manusia, teruslah bergerak mencari kehidupan, karena Allah akan senantiasa menuntun kita kepada tempat kehidupan terbaik. Namun jika pada akhirnya kita berhenti disatu tempat yang Allah kehendaki setelah semua usaha yang dilakukan, disitulah kita meletakkan prinsip qonaah dan sabar, serta bersyukur atas ketetapan Allah.

Saatnya senja menyambut hari. Sinar merah kekuningan yang menyejukkan masih bisa kita nikmati dari celah-celah ranting dan daun, sesekali ia seperti berkedip dan terus memandangi semua makhluk yang terus bergerak. Seperti mengikuti, matanya terus menatap dan mengawasi sementara sinarnya semakin lama semakin redup digantikan malam. Tinggallah menunggu rembulan. kemudian kita terus bergerak, mencari jalan dengan menggunakan mata bathin, penerangan hanya alat bantu karena sesungguhnya kita lebih mempercayai mata bathin dan kontak yang tak pernah putus dengan mata kaki. Senja hanya sesaat, namun kahadirannya begitu memukau dan terasa manfaatnya. Tidak hanya indah, senja senantiasa menebarkan pesona keanggunan kepada siapapun yang menatapnya. Kepada hidup, kepada makhluk dan kepada Allah, semestinya manusiapun seelok, sebermanfaat dan semenyenangkan senja. Karena mungkin, besok tak lagi tersedia waktu untuk melakukan semua itu.

Dan bila malam tiba, kabut pekat menutup jarak pandang kita, sementara angin kebekuan menyelimuti kulit tipis kita yang tak henti bergerak. Sejenak berhenti sesungguhnya hanya menambah tebal selimut kebekuan itu walaupun waktu yang sejenak itu untuk sekedar menyeruput air hangat dari tungku batu. Tak banyak yang bisa dilakukan, tak banyak pilihan selain terus bergerak keatas agar lebih cepat mendapati fajar. Ingin mata terpejam sekedar menghela nafas dan mengaturnya satu persatu agar tak saling menyusul, tapi kehendak kuat yang menggebu untuk segera tiba di puncak seolah tak bisa kompromi.

Rembulan hanya mengintip di kejauhan. Sedangkan kita terus bergerak, mencari jalan dengan menggunakan mata bathin, penerangan hanya alat bantu karena sesungguhnya kita lebih mempercayai mata bathin dan kontak yang tak pernah putus dengan mata kaki. Terkadang sering kita mendapat satu kondisi dimana tak lagi mempunyai pilihan untuk berbuat banyak, namun masih ada satu dalam dada ini yang masih kita percayai karena ianya tak pernah berdusta. Ialah mata hati dan nurani. Berhenti bukan jalan yang tepat apalagi kembali ke belakang, padahal jalan tinggal selangkah. Tanyalah pada hati, niscaya kebenaran yang kita dapat.

Dan pada akhirnya, setelah semua perjuangan, lelah, juga peluh yang hampir tak bedanya dengan embun dipucuk dahan, sebuah tanah mengering pada pijakan terakhir membuat nafas menjadi lega. Hilang semua lelah, lepas semua keputusasaan yang menghantui selama perjalanan, karena mentari pagi menyambut kehadiran kita di puncak perjalanan. Tersenyum adalah kepastian, kepuasan adalah kewajaran dikala seperti tak ada lagi jarak antara kita dengan Sang Pencipta dari puncak ini. Ingin rasanya berteriak meminta kepada-Nya, namun ditempat ini, berbisik pun Dia pasti mendengarnya, karena kita begitu dekat. Perjalanan takkan pernah berujung, namun sudah pasti ada masanya kita kan berhenti. Teruslah mendaki agar kita semakin dekat pada-Nya. Teruslah bergerak, namun jika telah sampai di puncak semua keinginan, jangan pernah lupa bahwa kita pernah dibawah, dan pasti akan kembali ke bawah. Esok atau nanti.

Nuun walqolami wamaayasturuun